Mengenai Saya

Foto saya
makassar, wawondula, Indonesia
saya manusia biasa & hax sementara d dunia ini. smoga ap yg sy lakukan slama sy hdup it bsa menyenangkan hati Tuhan. blog ini saia sediakan bagi teman2 yang ntah itu mau melihat hsil karya sya,yg mau b'komentar jg,bahkan mau mengenal Tuhan lebih jauh lagi dengan melihat tulisan ini. NB: klo b'labelkan "karyaku"itu hasil karyaku tp kl tdk ad itu bkan punyakuu..makasih

my feeL

Sabtu, 02 April 2011

Terimakasih atas semua cinta - MU ..... ( sebuah renungan bagi arti : " Cinta yang tidak dimakan waktu dan usia " )


Tit……, Tit……, Tit…….. 
Terdengar suara alat pendeteksi detak jantung. Kulihat terbaring lemah seorang wanita muda diatas tempat tidur. Setiap sudut tubuhnya dipasangi oleh alat untuk membantu mempertahankan hidupnya.
 Disampingnya duduk seorang pria yang tampan. Mata birunya terlihat berkaca-kaca sambil mengenggam tangan wanita yang terbaring tersebut. Pria ini bernama Mike. Aku sangat mengenalnya, seorang pria yang baik dan sangat menyayangi wanita yang sedang tak sadarkan diri itu. Sekali-kali kudengar dia memanggil nama wanita itu.
 “Sayang, hari ini aku baru mendapatkan novel kesukaanmu. Ini edisi terbaru dan aku yakin kamu pasti akan menyukainya. Aku bacakan ya..”, kata Mike sambil membaca dengan butiran air mata berjatuhan.
 Yuki Branchet, itulah nama wanita yang terbaring “tertidur” tak sadarkan diri. Aeorang wanita blastera keturunan Jepang-Jerman. Wanita yang sangat cantik dengan rambut hitam panjangnya yang bak selendang sutra. Seorang wanita yang mencuri hati pria disampingnya. Seorang karyawati disalah satu perusahaan terkemuka.

Perkenalan Mike dan Yuki bermula saat mereka sama-sama melamar pekerjaan di sebuah perusahaan ternama. Secara tidak sengaja mereka berpapapsan dilift utama. Awalnya mereka hanya menyapa tanpa dan Mike menawarkan diri membantunya. Setelah itu mereka berpisah dengan tujuan masing-masingyang berbeda.

Ketika itu hari sudah sore, dan Yukipun pulang melewati jalam taman. Karena bawaan Yuki yang banyak, Yuki tidak hati-hati dan secara tidak sengaja tersandung kaki Mike yang sedang asyik membaca dan minum disebuah bangku taman.
 “Aduh, maafkan aku. Apakah anda tidak…”, kata Yuki sambil meminta maaf dengan teriak tertahan sambil menutupi mulutnya. Kopi yang Mike minum jatuh tumpah kekemejanya yang putih polos. Sebagian membasahi buku yang dibacanya. Matanya terpejam.
 “Ma..ma..maafkan aku, aku tidak sengaja. Biar kubantu bersihkan…”, kata Yuki sangat gugup dan merasa bersalah. Diambilnya sapu tangan dari tas kecilnya. Dengan muka sangat cemas Yuki memcoba mengelap mrmbersihkan noda-noda dikemeja itu. Mike hanya tersenyum.
 “Tidak perlu repot-repot nona, ini hanyalah noda biasa. KebetuLan aku juga ingin mengganti kemeja lama model kuno ini. Justru aku yang harus berterimakasih padamu yang membantuku supaya segera menggantunya, walaupun dengan cara yang unik”, jawab Mike mencoba menghibur Yuki. Lalu bagaimana reaksi Yuki? Jika ingin tahu, percayakah kalian pada cinta pandangan pertama?
 Kesan pertama begitu mengoda, selanjutnya terserah anda. Itulah kata-kata dalam iklan TV yang sangat cocok diberikan pada Yuki dan Mike. Sejak awal pertemuan unik itu benang merah yang kusut mulai terurai. Mereka saling meminta no telpon masing-masing. Mereka saling mencari dan menghubungi. Mereka saling bercerita dan berbagi. Bunga-bunga ditaman bermekaran indah seperti dua insan manusia ini.

Tidak terasa bulanan telah berlalu. Yuki dan Mike akhirnya jadian dsebuah taman bunga mawar pertama kali bertemu. Mike menyatakan cintanya dengan setangkai mawar merah. Warna-warni bunga yang menghias taman bahkan tidak seindah warna hati Yuki. merah indah kumpulan bunga mawar tidak seindah merah merona wajahnya. Pesona pelangi dengan tujuh warnanya juga tidak sepesona senyum sang wanita.
 Hembusan angin menyusuri mereka seakan hendak membawa kisah cinta mereka pada dunia. Burung-burung berkicauan menjadi musik latar mereka berkisah.
 Dengan wajah manisnya yang masih merona merah, Yuki mengambil bunga mawar itu. Diciumnya mawar itu dalam-dalam sambil tersenyum. Sungguh senyuman yang sangat manis. Mike yang tadi bersujud berdiri pelan-pelan. Mata indah mereka saling beradu. Mereka tidak berkata apa-apa, tapi hati mereka saling bercinta. Dikecupnya kening sang wanita dengan mesra. Hembusan angin sekali lagi membawa kisah mereka.
 Seandainya Cinderella dan pangeran tampan melihat mereka, mungkin mereka akan sedih karena kisah mereka akan terganti. Tidaklah perlu sepatu kaca untuk menemukan sang pangeran Tidaklah perlu kuda putih untuk menjemput sang putri, hanya jalan yang tidak hati-hati dan, secangkir kopi.
 Yuki dan Mike adalah pasangan yang sangat serasi. Mereka berdua saling mencintai dan saling mengasihi. Mereka tidak sungkan-sungkan mengekspresikan cinta mereka, tapi bukan seperti mereka yang muda dan memamerkannya didepan semua mata, mereka melakukannya dengan membantu sesama, karena cinta bagi mereka berdua bukanlah tentang mereka saja, tapi siapa saja yang menerima cinta mereka.

Kebahagiaan selalu terpatri didalam dada, senyuman selalu terukir diwajah mereka. Apakah kebahagiaan itu tidak mendapatkan tantangan dunia? Selalu saja ada.

Pernah ketika Mike tempatnya bekerja mengalami gejolak. Banyak karyawan yang diberhentikan dan salah satunya adalah Mike. Stress, frustasi, marah, dan kecewa semua bercampur jadi satu. Untunglah Yuki begitu perhatian dan sabar menemani Mike. Yuki tetap mencintai Mike tanpa peduli apa statusnya. Apakah Mike seorang pengangguran, pecundang ataupun lainnya. Baginya Mike tetaplah Mike yang selalu menemaninya. Pria yang selalu mencintainya dan, dia juga sangat mencintai Mike.
 Dalam kondisi penuh tekanan, Mike akhirnya bisa bangkit kembali. Perlu beberapa bulan lamanya bagi Mike supaya bisa menata kembali keping-keping kesedihanya. Indahnya Yuki melekat kembali pecahan-pecahan itu dengan perekat cintanya. Dan pada akhirnya Mike membuka sebuah toko buku kecil dikota mereka. Sebuah hobi yang dikembangkan jadi bisnis.
 Beberapa bulan telah berlalu, toko Mike berkembang pesat. Mike menyewa dua karyawati membantunya. Yuki pun ikut membantu setelah ia pulang kerja. Mike seringkali melarang Yuki datang membantu karena takut Yuki kecapekkan, tapi dengan manja Yuki mengatakan ingin selalu dengan belahan hatinya.
 Kisah mereka tetap indah. Buku-buku menjadi saksi kisah mereka. Kegemaran membaca Mike sedikit mempengaruhi Yuki. Dikatakan bahwa Yuki suka melihat Mike membaca karena saat membaca Mike terlihat damai dan tampan. Mike suka membaca tentang kisah-kisah klasik dan roman dunia, sedangkan Yuki menyukai novel-novel misteri tentang cinta.

Seandainya kisah mereka seperti kisah tentang pangeran dan putri raja, maka kisah mereka akan berakhir bahagia sampai disini saja. Karena kecapekkan, Yuki jatuh dari tangga dan kepalanya terbentur keras pada sudut tangga.

Mike yang mengetahui hal itu sangat terkejut sekali. Digendong kekasihnya yang sangat dicintai itu dengan deraian air mata. Mike begitu takut kehilangan sang belahan jiwa. Seorang wanita yang telah menemaninya sekian lama. Dalam suka dan dalam duka.


Kini, Mike masih duduk menemani Yuki yang terbaring lemah disampingnya. Buku yang dibawanya telah habis dibaca. Matahari sore itu terasa hangat. Butiran-butiran air dari jiwa terlihat bagaikan mutiara disudut mata. Disekanya air mata itu dari wajahnya. Dikecupnya wanita yang terbaring lemah disampingnya.

Mike berdiri dan melihat kearahku. Lalu dia membisiki kata-kata pada Yuki yang masih “tidur”. Katanya, “Sayang, besok aku datang lagi ya. Aku akan membawakan novel baru untukmu. Aku yakin kamu pasti tidak sabar untuk mendengarnya. Sekarang aku pulang dulu ya”, kata Mike mesra sambil mengecup kening Yuki sekali lagi. Aku tidak mampu lagi menahan
air mataku melihat kesetiaan cinta mereka.

Dua tahun lamanya Mike menunnggu Yuki sadar dari “tidurmya”. Dua tahun lamanya aku menemaninya juga. Kulihat
ketegaran hatinya. Ketegaran hati pria yang tidak berpaling pada wanita lainnya. Aku yang meliaht bahkan jatuh cinta semakin dalam padanya, pada Mike.

Aku telah berusaha beberapa kali meyakinkan agar Mike untuk mencari penggantinya, tapi dia tidak pernah mendengarkanku. Dari keterangan dokter yang mengatakan, kemungkinan Yuki tidak akan sadar lagi selamanya. Hanya keajaiban yang bisa membangunkannya. Tapi Mike tetap tegar dan mengatakan akan menemaninya biarpun harus sampai tua.
Tidak terasa tiga tahun telah berlalu. Mike, seperti biasanya tetap membacakan cerita novel pada Yuki. Kini Mike tidak menanggis lagi. Dia membaca dengan sangat menghayati. Aku juga duduk disampingnya sambil mendengar dia bercerita. Setiap perasaannya tersampaikan melalui kata-katanya yang indah. Seandainya dia tahu betapa aku mencintainya.
 “Sayang, mulai besok aku sementara tidak bisa datang lagi ya, aku akan keluar kota selama sebulan. Tapi aku janji akan membawakanmu novel-novel kesukaanmu. Jadi tunggu aku ya”, kata Mike sambil mengecup kening kekasihnya yang masih tampak cantik dalam “tidurnya”. Tapi ternyata kecupan mesra itu adalah pertemuan terakhir mereka. 
Terlihat kerumunan orang-orang berpakaian hitam menjadi satu disebuah pemakaman. Terlihat tanggis haru menghiasi pemakaman. Diatas batu nisan tertabur bunga-bunga nan indah. Matahari tidak nampak hidungnya seakan ikut berduka.
Yuki Branchet. Itulah nama yang tertera pada batu nisan pualam berbentuk segiempat. Sujud seorang pria didepannya dengan mata yang sangat sendu. Matanya bengkak oleh air mata. Tidak terlihat tanggisan lagi dari pria ini, bukan karena dia tidak bersedih tapi air matanya telah kering sedari tadi. Ya, dia adalah Mike, pria yang paling dicintai Yuki.

Setelah berpelukan dan berpamitan, sahabat-sahabat dan keluarga tercinta segera meninggalkan tempat pemakaman. Mike masih berdiri disana. Dia ingin bersama sebentar lagi dengan pujaan hatinya. Dia ingin mengenang semua kisahnya. Tak terasa rintik-rintik hujan mulai membasahi tubuhnya. Mike masih disana, dan aku juga menemani disampingnya. Aku menanggis tak mampu membendung perasaanku. Tanggisku sederas hujan saat itu. Aku begitu mencintai pria ini, seandainya dia tahu. 
Sebulan telah berlalu, kulihat Mike sudah sedikit bisa menerima kepergian Yuki. Walaupun begitu, aku selalu menanggis saat malam tiba. Karena Mike selalu mendekap foto Yuki dalam pelukannya sehingga dia tertidur dengan pakaian dan kasurnya yang basah oleh air mata.
Saat pagi menjelang. Mike memaksakan senyum terbentang dibibirnya, dia tak ingin sahabat-sahabatnya ikut merasakan kepedihannya. Tapi saat bulan mulai berdendang mengoda bintang, Mike akan mengambil kembali foto Yuki, dan…, dan…, aku tak mampu meneruskannya.

Berkali-kali aku menyakinkannya agar mancari wanita lain yang akan menutupi lubang dihatinya, berkali-kali juga Mike tidak pernah mendengarkannya. Aku sangat yakin semua wanita akan mengatakan hal yang sama jika melihat seorang pria yang sangat dicintainya begitu terluka. Akupun sama.

Beransur-ansur, hari demi hari, akhirnya hati Mike lebih bisa terbuka. Malam-malam yang dilaluinya dengan penuh air mata, sekarang Mike bisa mencoba tersenyum saat melihat foto Yuki. Mike tidak lagi menanggisinya walaupun beberapa kali masih berurai air mata. Mike tidak ingin Yuki yang didunia sana bersedih karena dia yang selalu merindui. Dia ingin menjadikan Yuki sebagai kenangan termanis dalam hidupnya. Dan, aku sangat yakin dia yang disana pasti berpikiran sama.

Tiga bulan telah berlalu sejak Yuki meninggal. Mike sekarang bisa tersenyum bersama sahat-sahabatnya. Bukan senyum dipaksakan seperti awalnya, tapi senyum yang sangat indah. Akupun sangat bahagia  melihatnya.
Disuatu pagi kulihat Mike duduk sambil membaca buku, disampingnya terdapat secangkir kopi coklat kesukaanya. Dari jauh kulihat seorang wanita yang sangat menarik sedang berjalan menelusuri petak-petak jalan ditaman. Wanita yang sangat kukenal, wanita yang sangat cantik, bukan hanya fisiknya, tapi juga prilakunya. Bagaimana aku tahu?

Percayalah, aku mengetahuinya.

Saat wanita cantik ini berjalan melewati Mike, dengan sengaja kutaruh batu disitu. Sejujurnya aku juga tidak ingat bagaimana aku bisa menaruh batu disitu. Wanita cantik ini tidak tahu bahwa ada batu disana, dan dia pun tersandung. Mike yang asyik baca ditumpahi kopi ditangannya. Sekali lagi. Ditempat yang sama. Yang kedua kalinya.

“Maaf, maaf,  Maafkan aku tuan, aku tidak melihat saat berjalan sehingga tersandung”, kata wanita cantik ini. Aku hanya tersenyum dan tertawa kecil melihat kejadian itu. Aku jahat? Mungkin saja. Wanita ini mengambil sapu tangan dari tasnya dan hendak membersihkan kemeja Mike. Tapi Mike menghentikan wanita cantki ini sambil tersenyum. Tahukah apa yang dikatakan Mike pada wanita cantik ini? Yup, sama seperti apa yang dikatakan pada Yuki. Kok aku bisa tahu?
Percayalah aku mengetahuinya.
Pertemuan itu menjadi bibit bunga baru dalam hati Mike. Bunga yang dulu layu kini mulai mekar kembali. Bunga yang telah berguguran daunnya kini bertumbuh hijau lagi. Aku sangat bahagia melihat mereka berdua. Benar-benar bahagia. Tidakkah aku merasa cemburu? Sama sekali tidak. Justru ini yang kuharapkan. Aku yang selalu melihatnya tidak pernah melihat Mike tersenyum begitu indah. Aku bahkan sangat bahagia sehingga air mataku bercucuran. 
21 September. Setahun kemudian. Itulah tanggal pernikahan Mike dan wanita cantik ini. Pernikahan sederhana itu dihadiri oleh sahabat-sahabat dekat mereka. Acaranya sederhana dan mempesona. Aku melihat mereka dari jauh. Air mataku berlinang membasahi wajahku. Lalu kurasakan sayap-sayapku terbentang luar dari punggungku. Bulu-bulu halus indah berterbangan menaiki angin yang membawanya.
Tiga tahun dia menjagaku dan tiga tahun dia menemaniku disaat “tidur” panjangku, kini aku sangat berbahagia dia menemukan seorang wanita yang akan menggantikanku menjaganya. Seorang wanita yang sangat kupercaya.
Ya, aku adalah wanita yang tertidur terbaring lemah dirumah sakit dulu. Akulah wanita yang selalu dibacakan cerita oleh Mike. Akulah wanita yang selalu menyakinkannya untuk mencari pengantiku. Akulah Yuki Branchet.

Lalu kenapa Mike tidak menyadari keberadaanku? Karena aku telah tiada dan hanya roh ku yang masih bersamanya. Sejak aku jatuh dulu dari tangga itu, jiwaku terpisah dari tubuhku. Tapi karena cintaku yang sangat besar pada Mike, aku belum bisa meninggalkannya. Aku juga mencari berbagai cara untuk kembali ketubuhku, tapi tidak pernah bisa.
Kini aku mengerti apa yang mengikatku pada dunia ini, aku terlalu mencintai Mike sehingga tidak bisa meninggalkannya. Aku begitu sedih harus meninggalkannya. Tapi setelah melihat dia menemukan pasangan yang telah sengaja kupertemukan, aku merasa sangat bahagia. Mengapa aku begitu yakin?, karena wanita adalah teman terbaiku. Dan, aku tahu dia menyukai Mike. 
Kulihat Mike mencium kening wanita cantik itu dialtar pernikahan mereka. Wanita itu terlihat sangat berbahagia. Aku bisa merasakan perasaannya, karena akupun berbahagia untukknya. Kulihat juga wajah Mike begitu tampan. Senyuman pelangi terbentuk diwajahnya.

“Ini saatnya anakku kau kembali kesisi-Ku”, terdengar suara dari atas awan dengan cahaya hangat yang menyirami tubuhku. Aku melihat keatas, tidak terasa silau sedikitpun ketika mataku memandang. Pelan-pelan kurasakan tubuhku terangkat. Begitu ringan. Begitu nyaman. 
Kulihat kembali Mike dan wanita itu. Mereka berdansa didepan altar pernikahan. Semua berbahagia, semua tertawa, semua terlihat sangat indah. Sebelum aku menghilang bersama cahaya yang membawaku, kulihat lihat seorang pria berlari kecil kedepan taman. Pria itu Mike.
Dia memetik setangkai mawar merah dan dia melihat kearahku. Ya, dia benar-benar melihat kearahku. Lalu dia berbisik dengan suara kecil dan senyuman termanisnya padaku. Aku, aku begitu bahagia sekali. Bisikkan itu adalah kata-kata yang selalu menghiburku disaat aku lelah bekerja dulu. Kata-kata yang selalu kudamba dan tersimpan indah didalam hatiku.
Kupandangi cahaya yang ada diatasku, aku sangat berterimakasih pada-Nya karena diberi kesempatan mendengar kata-kata terindah dari malaikatku yang dibawah sana. Aku tahu Bapaku yang disurga memberikan kesempatan kepadaku untuk saling berbagi cinta sehingga Mike hari ini bisa “merasakan” keberadaanku. Mike melambaikan tangannya padaku. Dengan air mata, air mata bahagia.
 Aku pun pelan-pelan menghilang bersama cahaya yang membawaku. Aku melambaikan tanganku pada pria yang paling tampan dan paling kucintai itu. Air mataku tidak bisa berhenti mengalir. Aku bahagia. Aku sangat bahagia sekali. Dan aku sangat sayang kamu. Semoga kamu berbahagia selamanya.
 Selamat tinggal Mike, malaikatku…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar